Waspada Water Hammer


Hai Hallo MaxBro & MaxSist! Saat ini musim hujan sedang memasuki puncaknya. Intensitas hujan semakin tinggi yang diikuti oleh budaya rutin di musim hujan di Negeri ini, BANJIR 😀

Tidak seperti sepeda motor lain bermesin tegak yang mempunyai jalur pernapasan tinggi, NMAX hanya dibekali jalur pernafasan yang  rendah yaitu diatas CVT yang jika dibandingkan dengan tubuh kita pada umumnya hanya setinggi betis orang dewasa. Hal ini tentunya menjadi keterbatasan tersendiri untuk NMAX dalam menghadapi musin hujan khususnya dalam menerjang banjir. Jalur masuk udara yang hanya setinggi betis orang dewasa menjadikan NMAX rentan dimasuki air saat menerjang genangan air. Saat ketinggian air sama tinggi dengan jalur masuk udara, air akan sangat mudah terhisap dan masuk ke dalam ruang bakar melalui filter udara.

wp-1452154483187

Flash Back sedikit saat masih duduk di bangku sekolah, udara dan air memiliki masa jenis dan kerapatan yang berbeda. Udara memiliki kerapatan paling rendah dibandingkan seluruh jenis zat sehingga dalam aplikasinya dalam mesin, udara bisa dimampatkan/dikompresi sehingga saat terbakar bisa menghasilkan ledakan yang bisa menggerakan piston. Air sendiri memiliki kerapatan yang jauh lebih tinggi dari udara sehinga tidak bisa dimampatkan/dikompresi sebaik udara. Sebagai gambaran, Yamaha NMAX memiliki rasio kompresi sebesar 10,5 : 1. Artinya Volume udara dan bahan bakar sebesar 10,5 unit akan dimampatkan menjadi hanya sebesar 1 unit.

Kembali ke masalah musim hujan dan banjir, air yang terhisap masuk ke ruang bakar jika dalam jumlah besar akan menjadi masalah serius. Masalah tersebut disebabkan air memiliki kerapatan yang lebih tinggi dari pada udara. Saat piston menuju Titik Mati Atas (TMA) untuk memampatkan campuran udara dan bahan bakar, air yang mempunyai kerapatan lebih tinggi dari udara tidak bisa di kompresi sehingga “memukul” balik piston ke Titik Mati Bawah (TMB). Efek dari pukulan itu akan merusak piston dan komponen pendukungnya. Hal ini dikenal dengan istilah Water Hammer.

wp-1452154616070

Pukulan” tersebut terjadi karena dengan kerapatan yang lebih tinggi dari udara,   kemampuan air menerima tekanan dalam ruang tertutup menjadi lebih rendah. Saat air sudah tidak mampu menerima tenakan karena molekulnya sudah sangat rapat, air akan bersifat seperti besi. Saat air bersifat seperti besi, maka akan berlaku Hukum Newton III yang dalam kasus ini singkatnya menyatakan daya yang diberikan oleh piston untuk mengkompresi air dan udara akan dibalikan oleh air ke piston dengan daya yang sama besar. Efek dari masuknya air ke dalam ruang bakar pada beberapa kasus dapat menyebabkan piston pecah. Kebanyakan kasusnya sendiri setang seher/setang piston atau yang nama resminya Rod, Conecting dengan nomor part 2DP-E1651-00 bisa bengkok.

Masih bingung? Coba MaxBro & MaxSist tonjok besi atau tembok. Analogikan tangan MaxBro & MaxSist sebagai piston. Apa yang MaxBro & MaxSist rasakan? Itu juga yang terjadi dengan piston. 😀

Lalu, solusinya apa??

Tunggu sampai genangan agak surut atau putar balik mencari jalan alternatif dengan genangan tidak terlalu tinggi. Jika terpaksa melewati genangan dengan ketinggian melebihi tinggi CVT mending di didorong saja NMAXnya MaxBro & MaxSist, jangan menyalakan mesin. Setelah melewati genangan pastikan tidak ada air yang masuk ke ruang bakar baik melalui filter udara ataupun knalpot. Jika ada air yang masuk jangan sekali-kali menyalakan mesin karena justru akan menyebabkan water hammer tadi.

Sekian Maxbro & Maxsist! Semoga berguna. 👍

referensi: motorplus-online.com

____________________
Stay in touch with us,
Facebook Group: NMAX Riders
Facebook FanPage: NMAX Riders
Twitter: @nmaxriders
Instagram: @nmaxriders
Blog: nmaxriders.wordpress.com
Email: nmaxriders@outlook.com