Variable Valve Actuation


Hi MaxBro & MaxSist, setelah di artikel sebelumnya disini dan disini kita berbicara tentang filosofi dari Revs Your Hearth, Blue Core, dan aplikasinya secara umum, di artikel ini akan kita bahas tentang wujud nyata dari filosofi Blue Core yang diaplikasikan di Yamaha NMAX, yaitu Variable Valve Actuation (VVA).

Variabel Valve Actuation secara bebas bisa kita artikan dengan klep yang bisa memberikan variasi bukaan. Variasi disini dalam hal besar kecilnya bukaan dan durasi klep. Sistem ini prinsipnya sama dengan VVT-i Toyota serta VTEC Honda. Tujuan dari pengaplikasian klep yang bisa memberikan variasi bukaan ini adalah untuk mengoptimalkan tenaga dan torsi di setiap putaran mesin serta efisiensi penggunaan bahan bakar. Saat berkendara dengan eco riding yang membutuhkan asupan bahan bakar sedikit, bukaan klep akan diperkecil dengan timing yang cepat sehingga membatasi BBM yang masuk ke ruang bakar. Sebaliknya saat berkendara dalam hi-performance, bukaan klep akan diperbesar dengan durasi bukaan lebih lama sehingga asupan bahan bakar bisa optimal.

wpid-wp-1442452686675.png

VVA berfungsi untuk menjaga tenaga dan torsi maksimal disetiap putaran mesin, termasuk pada titik kritis yaitu di 6.000 RPM dimana tenaga dan torsi motor sudah dalam keadaan maksimum dan cenderung menurun. Teknologi VVA bekerja di head cylinder dimana terdapat dua jenis profil cam, yaitu Hi Speed Cam dan Low Speed Cam.

wpid-wp-1442452637715.png

Variable Valve Actuation pada Yamaha NMAX terdiri dari 4 bagian utama yaitu Selenoid yang terdiri dari kumparan dan magnet, Hi Lift Roller Rocker Arm (RRA), Low Lift RRA, dan Synchronizing Pin yang terdiri dari Pin dan Spring Compression.

wpid-wp-1442454572471.png

Pada saat putaran mesin berada dibawah 6.000 RPM, which is berkendara dengan normal/eco riding yang tidak terlalu banyak membutuhkan bahan bakar, Selenoid masih belum menonjok Synchronizing Pin sehingga hanya Low Lift RRA yang menggerakkan klep. Karena Low Lift RRA digerakan oleh profil cam dengan ukuran yang lebih kecil dari profil cam Hi Lift RRA, kondisi ini menghasilkan bukaan klep yang kecil dengan durasi yang cepat sehingga bahan bakar yang masuk ke ruang bakar sedikit. Pada kondisi ini VVA belum bekerja dan Hi Lift RRA tetap berputar tetapi tidak menggerakan klep. Bisa dilihat di ilustrasi video di bawah, saat Selenoid belum nonjok Synchronizing Pin, Hi Lift RRA hanya berputar sendiri.

https://aripitstop.files.wordpress.com/2015/02/vva-1.jpg

Pada saat Crankshaft Position Sensor membaca putaran mesin pada 6.000 RPM which is berkendara dalam kondisi hi-performance yang membutuhkan asupan bahan bakar lebih banyak, ECU memerintahkan Selenoid untuk menonjok Synchronizing Pin sehingga Low Lift RRA bersatu dengan Hi Lift RRA. Hi Lift RRA yang mempunyai tonjolan profile cam lebih besar daripada profile cam Low Lift RRA menggerakkan klep lebih dalam sehingga menghasilkan bukaan klep yang lebih besar dan durasi bukaan lebih lama. Dengan bukaan klep yang besar dan durasi bukaan lebih lama maka asupan bahan bakar akan lebih banyak sehingga tenaga dan torsi yang dihasilkan tetap optimal.

Lalu, kenapa VVA dipatok hanya bekerja di posisi 6.000 RPM ke atas? Jawabannya adalah grafik performa Yamaha NMAX saat bukaan klep pada mode Low Lift RRA dan Hi Lift RRA di atas MaxBro & MaxSist. Penggunaan bahan bakar pada awal start ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan keluaran tenaga. Dalam hal ini pada Yamaha NMAX, perbandingan keluaran tenaga pada mode Hi Lift RRA ternyata lebih kecil dari pada mode Low Lift RRA. Sehingga penggunaan banyak bahan bakar pada putaran RPM rendah dengan mode Hi Lift RRA menjadi percuma dan menyebabkan boros BBM. Sebaliknya, pada saat putaran mesin tinggi, setelah melewati 6.000 RPM, tenaga yang dihasilkan pada mode Low Lift RRA cenderung turun. Disisi lain, pada mode Hi Lift RRA terus naik. Hal ini yang menyebabkan Hi Lift RRA di setting mulai bekerja pada 6.000 RPM.

Thats All about Variable Valve Actuation di Yamaha NMAX MaxBro & MaxSist. Teknologi yang cukup simple sebenarnya, namun bisa membuat perbedaan besar dalam hal performa sepeda motor.

Untuk ilustrasi lebih jelas MaxBro & MaxSist bisa melihat video berikut.

Referensi: aripitstop.com dan tmcblog.com

____________________
Stay in touch with us,
Facebook Group: NMAX Riders
Facebook FanPage: NMAX Riders
Twitter: @nmaxriders
Instagram: @nmaxriders
Blog: nmaxriders.wordpress.com
Email: nmaxriders@outlook.com