Ride Report – Solo Touring Jakarta Surabaya

View this post on Instagram

😚😚 #nmaxriders #nmaxridersjakarta

A post shared by NMAX Riders (@nmaxriders) on

 

Hai Hallo Max Bro & MaxSist!

Untuk sebagian orang sepeda motor, apapun jenisnya, bukan lagi hanya sebatas kuda besi yang bisa dipakai untuk berkendara kemana saja. Lebih dari itu sepeda motor saat ini sudah jadi bagian dari gaya hidup hingga menjadi belahan jiwa (lebay dot kom 😀 ) hingga timbul keinginan untuk mencapai hal tertentu bersama si kuda besi.

Seperti yang terjadi pada Om Lukman yang merupakan keluarga besar NR Jakarta. Beliau menempuh perjalanan Jakarta – Surabaya pulang pergi dengan Yamaha NMAX kesayangannya. Banyak hal ditemui selama perjalanannya. Di artikel ini, NRBlog akan menshare mentah-mentah surel yang dikirimkan Om Lukman yang berisi pengalamannya selama perjalanan Jakarta – Surabaya – Jakarta.

Here it is!!! (siapkan cemilan MaxBro & MaxSist, agak panjang 🙂 )

 

SOLO TOURING JAKARTA – SURABAYA PP

By: Lukman Halim

 

Sebenar nya niatan utk melakukan solo touring sudah di rencanakan sejak sebulan yang lalu. Niat ini mucul karena ada kenginan untuk mencoba dan memacu  Nmax serta mencoba ketangguhan mesin Nmax 155 cc yang fenomenal. Maka di susun lah rencana touring dengan perkiraan perjalanan selama seminggu.Dan dengan dukungan teman teman NR di Jakarta Utara , maka rencana tersebut di realisasikan pada tanggal 17 Maret 2016.

KONDISI MESIN

NO.Polisi                   : B3535UKB
Mesin                       : Standar 155 cc Non Abs tanpa di modif
Asesories                   : side box, spion lipat, lampu sorot
Oli mesin                   : Amsoil 5W30
Ban                         : standard , hanya di tambah cairan anti bocor

 

PERSIAPAN

Untuk mesin, Dua hari sebelum keberangkatan check up menyeluruh di YSS Cempaka putih sekaligus ganti oli mesin. Check kondisi kampas rem depan dan belakang, check sistim kelistrikan, cek kondisi ban, cek cvt, serta tensioner.

Untuk stamina, perbanyak minum air putih ,istirahat yang cukup serta obat-obatan untuk persiapan selama perjalanan.

Setelah semua persiapan, maka pada tanggal 17 Mret 2016 pagi perjalanan di mulai

 

DAY 1

Start dari sunter, perjalan hari pertama ini dengan target semarang, sekitar jam 5.30 pagi perjalanan di mulai dengan mengambil rute jalan Yos Sudarso, jalan perintis kemerdekaan, menuju pondok ungu dan di teruskan menuju jalan raya Bekasi , Kerawang, Cikampek, jalur pantura, Indramayu, Cirebon, Brebes, Pekalongan , Kendal menuju semarang

Dari sunter menuju Bekasi perjalanan cukup lancar , dengan kondisi jalan yang cukup mulus, kecuali di depan terminal bekasi yang macet karena adanya pasar tumpah. Setelah itu, jalanan cukup lenggang, dan kembali tersumbat di subang jalur pantura karena adanya truk mogok yang melintang di tengah jalan sehingga terjadi kemacetan yang cukup panjang.

 

 

Ketika sampai di Cirebon, ada undangan silahturami dari NR cirebon, Om Harun, di daerah bunderan kedawung , Om harunsempat mengingatkan kalau kondisi jalan setelah Cirebon agak berlubang , namun ternyata lubang lubang tersebut sudah di tambal sehingga cukup mulus.

Sepanjang perjalanan menuju semarang cukup baik dan mulus , Nmax pun dpat di pacu dengan kecepatan rata rata 80 sd 110 km tanpa hambatan yang berarti. Kondisi mesin stabil dan tidak ada hambatan dari segi mesin.

Target Semarang tercapai pada jam 18.00 lewat , setelah check in di hotel, malam nya nge gass di semarang, target : simpang lima Semarang, dimana di semua sisi simpang lima kita bisa menemukan makanan yang beraneka ragam, dari makanan khas lokal hingga masakan Nusantara.pilihan saya jatuh pada Nasi Pecel Mbak Sador..selesai makan kembali nge gas keliling Semarang , kemudian balik ke hotel di daerah peterongan, istirahat.

 

Day 2

Target hari kedua adalah Surabaya, untuk menuju surabaya ada beberapa pilihan jalan, lewat utara yaitu lewat Kudus, Tuban , namun menurut infomasi, jalan di jalur paling utara ini tidak mulus dan banyak lubang, maka diputuskan untuk lewat jalur ke dua, yaitu jalur Cepu, Blora, Bojonegoro, Gresik.

Jalanan di jalur ini lebih mulus dan sepi, jadi lebih enak memacu Nmax menuju Gresik dimana Om Kuntajaya sudah menunggu.

Tiba di rumah Om Kuntajaya setelah magrib, penerimaan Beliau sangat baik mengingat kita belum pernah bertemu sebelum nya, salut untuk Om Kuntajaya dan kawan kawan atas keramahtamahannya, bahkan sempat di jamu makan nasi krawu dulu sebelum kembali meneruskan perjalanan ke Surabaya, Om Kuntajaya sempat menawarkan ikut touring NR Gresik ke Grand Trawas, namun karena kondisi dan waktu yang tidak memungkinkan , terpaksa kesempatan ini tidak diambil, setelah makan malam bersama teman teman NR gresik, perjalanan di lanjutkan kembali dengan di kawal oleh Om Joko menuju perbatasan Gresik – Surabaya.

Tiba di Hotel di daerah Rungkut sekitar jam 10 Malam,waktu nya istirahat sebelum besok menjelajahi Surabaya.

 

Day 3

Bangun agak siang, sarapan dan ketemu teman teman di lobi hotel, kemudian sekitar jam 12 mulai nge gas keliling Surabaya, dan ternyata Surabaya termasuk kota yang super sibuk seperti Jakarta, tak heran kalau kita akan merasakan suasana keramaian yang sama dengan Jakarta, termasuk macet, misal nya. Hari ini, edisi keluyuran di Surabaya di mulai, dengan mengunjungi patung Hiu –Buaya.

Malam nya , set GPS untuk menuju Suramadu, jembatan penghubung Surabaya Madura…ngopi di sekitar kawasan pinggir jembatan, melihat hingar bingar masyarakat yang mengunjungi kawasan tersebut dan akhir nya hujan pun mengguyur kota Surabaya..

Disamping Jembatan Suramadu , Surabaya

Dengan ada nya hujan ini, di putuskan untuk kembali ke hotel dan istirahat sebelum melanjutkan perjalanan kembali melalui jalur selatan.

 

Day 4

Menuju Mojokerta, berangkat sekitar jam 11 siang dengan asumsi , malamnya bermalam di kota Batu malang, jadi sekitar jam 3 an sampai di Mojokerto dengan situs terkenal Trowulan.

Di Trowulan sebenar nya ada 3 objek wisata yaitu Patung Buddha tidur, Patung Gajahmada, dan museum Majapahit. Untuk mencakup semua di putuskan untuk mengunjungi museum Majapahit.

Di Museum, kita di suguhkan kehidupan masyarakat Majapahit dengan barang-barang hasil galian dari situs Trowulan, bahkan ada rumah masyarakat Majapahit dan tentu saja patung-patung dari candi candi di sekitar Trowulan, semua nya dapat kita saksikan hanya dengan membayar tiket masuk 5000 rupiah.

Dari info petugas keamanan, kalau untuk mencapai batu, jalan tercepat adalah melalui pacet menuju alun alun kota Batu.Namun jalan utnuk daerah tersebut cukup terjal dan melewati hutan, di anjurkan untuk tidak melewati jalur ini setelah magrib, namun karena memang ingin merasakan pengalaman yang berbeda, malah ini menjadi pemicu untuk harus melewati jalur ini.

Perjalanan dari museum Majapahit menuju Batu lumayan  berkelok kelok dan dengan  tikungan yang tajam serta tanjakan dan turunan yang lumayan terjal. Itu pun blom sampai lokasi yang di ceritakan oleh petugas kemananan di museum Majapahit, kondisi saat itu hujan dan lumayan deras, lengkap sudah, begitu melewati pacet dan masuk pegunungan dan hutan yang dimaksud suasana berubah gelap , karena sudah magrib, sempat posting status di FB dan ada temen di FB yang menganjurkan untuk tidak melanjutkan perjalan atau istirahat di lembah gunung, namun rasa penasaran mengalahkan semua nya, perjalanan tetap di lanjutkan, walau gelap, sepi dan hujan mengguyur.

Sungguh ini pengalaman yang luar biasa, dimana jalur nya begitu terjal, penuh tanjakan serta turunan yang terjal juga, blom lagi kegelapan karena jalur di tengah hutan , sehingga akhirnya lampu sorot yang terpasang di arahkan ke atas karena lampu utama tdk bisa menembus kedepan dengan kondisi jalan yang seperti roller coaster.

Di sepanjang perjalanan menuju batu, paling tidak ada 3 mobil yang mogok karena tidak kuat menanjak, tetapi Nmax tetap melaju dngan tenang karena akselerasi Nmax memang mantap menghadapi tanjakan yang terjal sekali pun.

Sampai di batu sekitar jam 8 malam, setelah mengitari alun alun Batu, akhirnya di putuskan untuk menginap di sekitar alun alun, sampai di hotel, mandi dan mengeringkan jas hujan, kemudian menuju alun alun untuk makan malam, sate kelinci dan soto ayam…

 

Day 5

Setelah istirahat dan badan merasa segar kembali, maka tujuan selanjutnya adalah Blitar, kali ini ziarah ke Makam Sang Proklamator, Bung Karno. Kali ini melalui Pujon menuju Blitar

Pujon, dari Batu menuju Blitar

Dengan menandalkan GPS, Kota Blitar hanya berjarak sekitar 2,5 jam perjalanan dari Batu, jadi sekitar jam 10 an sudah di makam Bung Karno, jalan menuju blitar lumayan bagus, termasuk mulus dan lancar .

Setelah ziarah, foto foto di makam dan setelah itu makan rujak cingur , perjalanan di lanjutkan kembali menuju solo.kali ini kembali mengandalkan GPS untuk mencari jalur yang paling pendek, ternyata di arahkan melalui Sarangan dan Tawang mangu, lagi lagi daerah pegunungan.

Sampai di sarangan sekitar jam 2 siang, namun kabut pada siang itu cukup tebal dan tentu saja kesegaran udara pegunungan benar benar membuat perjalanan di jalur ini menyenangkan, dingin, dan segar, walau  harus memakai jaket 2 lapis di tambah rompi.

Sekali lagi menghadapi tanjakan dan turunan terjal, melewati jalur ini, dan sekali lagi Nmax menunjukan performa yang gahar. Melahap semua jalur ini tanpa ada masalah sama sekali.

Sampai di Solo, malam sekitar jam 8, setelah mandi dan istirahat sebentar, saat nya wisata kuliner di solo baru, nasi liwet…

 

Day 6

Dari solo sekitar jam 9 setelah ngopi dan sarapan bubur, perjalanan di lanjut kembali , menuju Tasik, kali ini jalur nya melalui jalur Klaten, Jogjakarta, wates, purworejo, namun hari ini cuaca tidak mendukung, sepanjang perjalanan hujan sangat lebat mengguyur selain itu jalanan yang tidak mulus dan berlubang lubang membuat perjalanan agak tersendat, alhasil, sampai di Majenang sebelum tasik, sudah jam 7 malam, di tambah hujan yang sangat lebat dan jalan yang lumayan hancur, akhir nya di putuskan untuk istirahat di majenang.

Tadi nya sempat ingin kembali melanjutkan perjalanan ke Tasik, namun karena waktu yang tidak memungkinkan di tambah jalur yang lumayan parah, maka malam itu juga di putuskan untuk melewati jalur pantura , dalam hal ini jalur Majenang menuju utara, Brebes.

 

Day 7

Pagi sekitar jam 5.30. Perjalanan di lanjutkan kembali, melalui jalur alternatif Majenang – Brebes, melewati salem, Jalur ini melewati 2 gunung, dan seperti jalur pegunungan sebelum nya, sudah pasti menghadapi tanjakan dan turunan tajam kembali.namun kepercayaan terhadap Nmax makin tinggi karena sudah berhasil melewati jalur jalur seperti ini sebelum nya.

Dari Majenang menuju salem, jalanan aspal mulus, namun sampai di gapura Kabupaten Brebes, jalur lumayan hancur dengan lubang lubang besar .Jalur ini karena melewati pegunungan, di tambah karena masih pagi, jalur sangat sepi, hanya sesekali melintas sepeda motor , namun kesegaran jalur ini sangat mengesanankan.

Sampai di pasar Salem sekitar jam 7, namun ternyata cukup ramai, setelah istirahat sebentar, ngopi, dan sarapan, perjalananan di lanjutkan kembali melalui jalan raya Salem- Bentar menjuju Brebes, sekitar jam 9 sudah di pertigaan tanjung brebes, dan hanya sekitar 1 jam perjalanan sudah sampai kembali di cirebon.

Sempat mampir ketemu dengan teman teman NR di Cirebon, Om harun dan kawan kawan kemudian perjalanan di lanjutkan kembali melalui jalur Pantura menuju Jakarta.

Akhirnya perjalanan ini dapat di tuntaskan juga,Setelah 7 hari di jalan, sekitar 2500 KM terlewati, dengan hanya di temani Nmax B3535UKB.  jam 3 siang, sudah sampai kembali di jakarta, terimakasih atas support dari teman teman NR Jakarta Utara, teman teman NR Jakarta, Teman teman NR Cirebon, dan teman teman NR Gresik.

 

 

Demikian MaxBro & MaxSist! Semoga berguna..

Ciao…

 

____________________
Stay in touch with us,
Facebook Group: NMAX Riders
Facebook FanPage: NMAX Riders
Twitter: @nmaxriders
Instagram: @nmaxriders
Blog: nmaxriders.com
Email: hello@nmaxriders.com